
Azan Quran - Prayer Qibla Time
oleh DTL Group
3,8
- Keamanan
- 100% Safe
- Kategori
- Alat
- Rating
- 3,8
- Harga
- Free
- Unduh
- 1.00M
Aplikasi ini aman, tepercaya, gratis untuk dipasang, dan menawarkan unduhan cepat tanpa risiko atau malware.
Tangkapan Layar





Analisis oleh Getfullapps
Saya menilai Azan Quran - Prayer Qibla Time sebagai aplikasi alat ibadah yang mencoba menggabungkan beberapa kebutuhan harian Muslim dalam satu tempat. Di dalamnya ada pengingat dan waktu sholat, bacaan atau kewajiban harian Islam, serta kompas kiblat untuk membantu pengguna menentukan arah. Gagasannya sederhana, tetapi manfaatnya terasa ketika saya ingin memeriksa jadwal sholat dan arah kiblat tanpa berpindah-pindah aplikasi.
Aplikasi ini dikembangkan oleh DTL Group dan tersedia gratis untuk pengguna dengan perangkat Android yang menjalankan setidaknya Android 8.0. Rating usianya 3+, sehingga tampilannya ditujukan untuk penggunaan umum. Versi yang tercantum adalah 1.0.5, sementara jumlah pemasangannya sudah mencapai lebih dari satu juta. Angka itu menunjukkan bahwa konsepnya cukup mudah diterima, walaupun rata-rata nilainya berada di kisaran 3,8 dari sekitar 1,7 ribu penilaian. Bagi saya, kombinasi tersebut menggambarkan aplikasi yang berguna, tetapi pengalaman tiap orang sangat bergantung pada pengaturan lokasi, notifikasi, dan kondisi perangkat.
Bagian yang Sering Membuat Pengguna Berhenti
Kesulitan pertama biasanya bukan pada fungsi ibadahnya, melainkan pada tahap awal penggunaan. Aplikasi yang menampilkan waktu sholat dan kompas kiblat memerlukan konteks lokasi agar hasilnya masuk akal. Jika lokasi perangkat belum tepat, jadwal yang muncul bisa terasa tidak sesuai dengan masjid atau kalender yang biasa saya gunakan. Karena itu, saya tidak langsung menyimpulkan aplikasi bermasalah ketika waktu terlihat berbeda.
Perbedaan kecil juga dapat terjadi karena metode perhitungan atau pengaturan wilayah yang tidak sama dengan sumber jadwal lokal. Ini penting bagi pengguna yang terbiasa membandingkan waktu dari papan masjid, kalender cetak, atau aplikasi lain. Untuk kebutuhan sehari-hari, saya menyarankan memilih satu rujukan utama dan memeriksa selisihnya dengan tenang, bukan mengganti pengaturan berulang kali setiap kali melihat perbedaan beberapa menit.
Kompas kiblat memiliki jenis hambatan yang berbeda. Arah yang berputar-putar atau tidak segera stabil sering kali berkaitan dengan sensor magnetik ponsel, posisi perangkat, atau lingkungan sekitar. Meletakkan ponsel di dekat benda logam, laptop, pengeras suara, atau aksesori magnetis dapat mengganggu pembacaan. Dalam situasi seperti ini, aplikasi mungkin hanya menampilkan apa yang dibaca oleh sensor perangkat.
Saya juga melihat bahwa pengguna perlu membedakan antara “jadwal tersedia” dan “pengingat benar-benar muncul”. Keduanya tidak selalu berjalan dengan cara yang sama. Jadwal dapat terlihat ketika aplikasi dibuka, tetapi notifikasi mungkin tertunda jika sistem membatasi aktivitas aplikasi di latar belakang. Jadi, ketika azan atau pengingat tidak terdengar, pemeriksaan pertama sebaiknya dilakukan pada volume, mode senyap, izin notifikasi, dan pengaturan baterai perangkat.
Hal lain yang dapat membingungkan adalah pembelian dalam aplikasi. Versi dasarnya gratis, tetapi terdapat item berbayar dengan harga sekitar Rp32.000 per item. Saya menyarankan pengguna membaca tampilan pembelian dengan teliti sebelum menyentuh tombol konfirmasi. Bagi orang yang hanya membutuhkan waktu sholat, kewajiban harian, dan arah kiblat, sebaiknya mulai dari fungsi yang tersedia tanpa biaya dan menilai kebutuhan tambahan setelah beberapa hari.
Artikel Berikutnya untuk Dijelajahi

Hill Climb Racing: Menjaga Keseimbangan di Ambang Terbalik

X (Sebelumnya Twitter): Kabar Terbentuk Langsung di Linimasa

Amazon Shopping Paling Berguna Saat Anda Tahu yang Dicari

Di 8 Ball Pool, Komunitas Terbentuk dari Tantangan dan Persaingan

Uber Mengatur Cara Kota Bergerak

Facebook Makin Menyatu dengan Ponsel, tetapi Tetap Menuntut Perhatian
Pemeriksaan awal sebelum mengandalkan jadwal
Saya biasanya melakukan pemeriksaan singkat setelah memasang aplikasi. Pertama, saya memastikan tanggal dan zona waktu ponsel benar. Kesalahan pada salah satu dari dua hal ini dapat membuat jadwal tampak bergeser, meskipun aplikasi sedang bekerja normal. Kedua, saya memeriksa apakah lokasi perangkat menunjuk ke kota yang benar, terutama ketika sedang bepergian atau baru mengganti kartu SIM.
Ketiga, saya membuka halaman waktu sholat dan membandingkan hasilnya dengan sumber lokal yang saya percaya. Tujuannya bukan mencari angka yang persis sama sejak awal, melainkan mengetahui apakah perbedaannya kecil dan konsisten. Jika selisihnya besar, saya akan memeriksa kembali lokasi dan zona waktu sebelum menyalahkan aplikasi.
Untuk kompas, saya menggunakannya di tempat terbuka dan menjauhkan ponsel dari benda yang dapat memengaruhi sensor. Saya tidak menjadikan tampilan kompas sebagai pengganti penanda arah permanen ketika sedang bepergian. Lebih aman memeriksa arah saat ponsel stabil, lalu mengingat posisi ruangan atau menggunakan tanda fisik sederhana agar tidak perlu mengulang pemeriksaan setiap kali hendak sholat.
Pengguna yang baru pertama kali memakai aplikasi sebaiknya tidak mengaktifkan semua hal sekaligus. Saya akan membuka fungsi utama satu per satu: melihat jadwal, mencoba kompas, lalu memeriksa bagian kewajiban harian. Cara ini memudahkan pencarian sumber masalah. Jika semua pengaturan diubah bersamaan, kita akan kesulitan mengetahui apakah gangguan berasal dari lokasi, sensor, suara, atau notifikasi.
Menata penggunaan agar tidak mengganggu rutinitas
Nilai praktis aplikasi ini paling terasa ketika saya menjadikannya bagian dari rutinitas, bukan sekadar membuka saat penasaran. Misalnya, sebelum berangkat kerja saya memeriksa jadwal sholat untuk memperkirakan waktu istirahat. Ketika sampai di tempat baru, saya memakai kompas kiblat sekali untuk mengenali arah ruangan. Setelah itu, saya tidak perlu terus menatap layar karena tujuan utamanya sudah tercapai.
Untuk kewajiban harian Islam, saya lebih menyukai pendekatan yang ringan. Saya tidak memaksa menyelesaikan semuanya dalam satu sesi. Saya membuka bagian tersebut pada waktu yang memang sudah tersedia, misalnya setelah sholat atau sebelum tidur. Dengan begitu, aplikasi berfungsi sebagai pengingat kebiasaan, bukan daftar tugas yang membuat ibadah terasa seperti pekerjaan administratif.
Pengguna yang sering bepergian dapat memanfaatkan alur yang sama. Saat tiba di hotel, rumah kerabat, atau tempat kerja baru, periksa lokasi, pastikan kompas tidak terpengaruh benda magnetis, kemudian catat arah secara praktis. Jika koneksi atau posisi lokasi berubah, buka kembali aplikasi dan lakukan pemeriksaan singkat. Saya tidak menyarankan mengandalkan satu pembacaan lama setelah berpindah kota.
Orang tua atau anggota keluarga yang kurang terbiasa dengan aplikasi juga dapat menggunakannya, tetapi sebaiknya dibantu pada tahap awal. Tunjukkan cara membuka jadwal dan cara memeriksa arah kiblat, lalu buat pengaturan ponsel tetap sederhana. Terlalu banyak perubahan pada pengaturan sistem dapat membuat notifikasi sulit dilacak ketika tidak muncul.
Memulihkan alur ketika fungsi terasa tidak bekerja
Jika waktu sholat tidak tampil sesuai harapan, saya akan menutup aplikasi lalu memeriksa tanggal, jam, zona waktu, dan lokasi perangkat. Setelah itu, saya membukanya kembali dan melihat apakah hasilnya berubah. Langkah sederhana ini lebih masuk akal daripada langsung menghapus aplikasi, karena banyak masalah jadwal sebenarnya berasal dari konteks perangkat.
Jika kompas tidak stabil, saya memindahkan ponsel dari meja logam atau aksesori magnetis, kemudian mencoba lagi dengan perangkat dalam posisi datar dan tidak digerakkan. Saya juga menghindari menguji arah di dekat peralatan elektronik besar. Bila pembacaan tetap tidak meyakinkan, saya akan menggunakan penanda arah lain yang tersedia di lingkungan sekitar dan tidak memaksakan kompas sebagai satu-satunya rujukan.
Untuk pengingat, saya memeriksa volume media atau notifikasi, mode jangan ganggu, dan apakah notifikasi aplikasi diizinkan. Pada beberapa perangkat, penghemat baterai dapat membatasi aktivitas latar belakang. Saya akan mencari pengaturan baterai untuk aplikasi tersebut dan menghindari pembatasan yang terlalu agresif jika ingin menerima pengingat secara lebih konsisten. Nama menu dapat berbeda menurut merek ponsel, jadi saya mencarinya melalui pencarian di pengaturan perangkat.
Jika aplikasi terlihat macet setelah pembaruan atau perpindahan lokasi, saya mencoba menutupnya dari daftar aplikasi terbaru lalu menjalankannya kembali. Saya tidak menghapus data secara terburu-buru, karena langkah itu dapat menghilangkan konfigurasi yang sudah dibuat. Penghapusan dan pemasangan ulang saya simpan sebagai pilihan terakhir, terutama jika masalah hanya muncul sekali.
Langkah pemulihan paling berguna adalah mengubah satu hal dalam satu waktu. Misalnya, periksa lokasi terlebih dahulu, lalu uji jadwal. Setelah itu baru uji notifikasi. Metode ini memang sedikit lebih lambat, tetapi hasilnya lebih jelas. Saya dapat mengetahui apakah masalahnya berada pada perhitungan waktu, tampilan aplikasi, atau sistem ponsel.
Ketika penyebabnya bukan aplikasi
Tidak semua perbedaan jadwal berarti kesalahan dari Azan Quran. Masjid di sekitar saya bisa memakai acuan lokal yang berbeda dari aplikasi, terutama untuk waktu tertentu yang memiliki kebiasaan pengaturan tersendiri. Jika perbedaannya konsisten dan kecil, saya akan mengikuti rujukan komunitas setempat untuk keputusan berjamaah, sambil memakai aplikasi sebagai alat bantu pribadi.
Kompas juga sangat bergantung pada perangkat. Ponsel tanpa sensor magnetik yang memadai, sensor yang terganggu, atau kondisi lingkungan yang penuh logam dapat menghasilkan arah kurang stabil. Dalam keadaan seperti itu, aplikasi tidak dapat memperbaiki keterbatasan fisik perangkat. Saya akan memakai peta, penanda arah bangunan, atau bertanya kepada pengelola tempat sebagai pembanding.
Notifikasi yang terlambat bisa disebabkan oleh sistem operasi, bukan jadwal yang salah. Mode hemat daya, pembatasan aktivitas latar belakang, volume yang dimatikan, dan mode senyap adalah penyebab yang lebih umum daripada kerusakan aplikasi. Karena itu, saya selalu menguji suara dan notifikasi secara manual sebelum menjadikan aplikasi sebagai alarm utama.
Perubahan zona waktu ketika bepergian juga perlu diperhatikan. Ponsel yang masih memakai zona waktu lama akan memengaruhi berbagai aplikasi berbasis waktu. Saya memeriksa jam sistem setelah mendarat atau tiba di kota baru, lalu memastikan lokasi sudah diperbarui. Ini kebiasaan kecil, tetapi sangat membantu jika aplikasi dipakai untuk jadwal yang sensitif terhadap waktu.
Perbandingan dengan cara yang biasa dipakai
Dibandingkan kalender masjid atau jadwal cetak, aplikasi ini lebih praktis untuk pengguna yang berpindah lokasi. Saya tidak perlu membawa lembar jadwal dan dapat memeriksa arah kiblat dari ponsel. Kekurangannya, aplikasi bergantung pada kondisi perangkat dan pengaturan sistem, sedangkan jadwal cetak tidak membutuhkan baterai atau sensor.
Dibandingkan aplikasi yang hanya berfokus pada waktu sholat, pendekatan Azan Quran terasa lebih menyatu karena memasukkan kewajiban harian dan kompas kiblat. Bagi saya, ini mengurangi kebutuhan memasang beberapa alat terpisah. Namun, pengguna yang menginginkan analisis jadwal sangat mendalam atau pengaturan khusus mungkin lebih cocok dengan aplikasi yang memang dirancang hanya untuk satu fungsi.
Dibandingkan mencari arah kiblat melalui peta, kompas di dalam aplikasi lebih cepat untuk pemeriksaan awal di sebuah ruangan. Peta dapat menjadi pembanding yang baik ketika sensor ponsel tidak stabil. Saya melihat keduanya bukan sebagai pilihan yang harus saling menggantikan, melainkan dua cara yang berguna dalam situasi berbeda.
Keunggulan lain dari aplikasi terpadu adalah alurnya lebih sederhana untuk pengguna biasa. Saya dapat membuka satu aplikasi untuk kebutuhan dasar tanpa mengingat banyak nama layanan. Di sisi lain, bila saya membutuhkan sistem pengingat yang sangat dapat disesuaikan, sumber jadwal lokal tertentu, atau pengalaman tanpa gangguan tambahan, alternatif yang lebih khusus mungkin terasa lebih cocok.
Siapa yang akan paling terbantu
Aplikasi ini cocok untuk Muslim yang ingin memiliki alat harian sederhana di ponsel Android. Pengguna baru akan terbantu karena fungsi utamanya mudah dipahami: jadwal sholat, kewajiban harian, dan arah kiblat. Orang yang sering berpindah tempat juga dapat memakainya sebagai pemeriksaan cepat sebelum beribadah.
Saya juga melihat manfaatnya bagi pengguna yang tidak ingin memasang banyak aplikasi. Dengan satu alat, kebutuhan dasar dapat dikumpulkan dalam satu alur. Versi gratis membuatnya mudah dicoba tanpa komitmen biaya awal, sementara pembelian per item tetap perlu diperhatikan jika pengguna ingin membuka sesuatu di luar kebutuhan utama.
Sebaliknya, aplikasi ini bukan pilihan terbaik bagi orang yang mengharapkan kompas selalu akurat tanpa dipengaruhi kondisi perangkat. Pengguna yang sangat bergantung pada notifikasi juga sebaiknya tidak mengabaikan pengaturan sistem. Jika ponsel sering membatasi aplikasi di latar belakang, pengalaman pengingat dapat mengecewakan meskipun jadwalnya sendiri benar.
Saya juga tidak akan menjadikannya satu-satunya rujukan untuk keputusan yang membutuhkan kepastian lokal ketika jadwal berbeda dengan masjid setempat. Dalam kondisi itu, jadwal komunitas atau pengelola masjid tetap lebih relevan. Aplikasi ini paling kuat sebagai pendamping pribadi, bukan pengganti semua sumber informasi keagamaan di setiap wilayah.
Penilaian akhir setelah pemakaian praktis
Menurut saya, Azan Quran - Prayer Qibla Time berhasil pada gagasan dasarnya: menggabungkan beberapa kebutuhan ibadah yang sering dicari setiap hari dalam satu aplikasi gratis. Saya menyukai manfaatnya ketika bepergian, ketika perlu memeriksa arah kiblat dengan cepat, atau ketika ingin menjaga rutinitas tanpa berpindah-pindah alat.
Namun, saya tidak akan mengabaikan friksi pada tahap pengaturan. Ketepatan pengalaman bergantung pada lokasi, zona waktu, sensor kompas, suara, notifikasi, dan kebijakan baterai ponsel. Pengguna yang memahami hal ini sejak awal akan lebih mudah membedakan masalah aplikasi dari masalah perangkat.
Dengan rating rata-rata sekitar 3,8 dan basis pemasangan yang sudah melewati satu juta, aplikasi ini tampak cukup populer tetapi belum tentu sempurna untuk semua orang. Bagi saya, nilainya paling jelas sebagai alat bantu ibadah harian yang praktis, bukan satu-satunya sumber penentu. Saya merekomendasikannya kepada pengguna Android yang menginginkan fungsi dasar dalam satu tempat dan bersedia melakukan pemeriksaan awal. Jika Anda membutuhkan pengaturan profesional, ketergantungan penuh pada alarm, atau navigasi kiblat yang tidak terpengaruh sensor ponsel, pilihan khusus lain mungkin lebih tepat.
Kelebihan
- Jadwal salat dapat disesuaikan berdasarkan lokasi pengguna.
- Pengingat azan membantu pengguna tidak melewatkan waktu ibadah.
- Fitur arah kiblat berguna saat berada di tempat yang belum dikenal.
- Tampilan ayat Al-Qur’an memudahkan akses untuk membaca kapan saja.
- Bisa menjadi pendamping ibadah praktis saat bepergian.
Kekurangan
- Akurasi waktu salat bergantung pada pengaturan lokasi dan metode perhitungan.
- Notifikasi azan dapat terlambat jika dibatasi oleh penghemat baterai.
- Sebagian fitur mungkin memerlukan izin lokasi dan notifikasi.
- Ketersediaan fitur dapat berbeda antara versi gratis dan berbayar.
- Kompas kiblat bisa kurang akurat jika sensor ponsel terganggu.
FAQ untuk Azan Quran - Prayer Qibla Time
Apa itu aplikasi Azan Quran - Prayer Qibla Time dan fitur apa saja yang tersedia?
Azan Quran - Prayer Qibla Time adalah aplikasi pendamping ibadah yang menggabungkan jadwal salat, pengingat azan, Al-Qur’an digital, serta penunjuk arah kiblat dalam satu tempat. Saat digunakan, aplikasi ini membantu mengetahui waktu salat harian berdasarkan lokasi pengguna, membaca ayat Al-Qur’an, dan menemukan arah kiblat melalui kompas. Fitur yang tersedia dapat berbeda menurut versi aplikasi dan perangkat.
Apakah jadwal salat dan waktu azan di aplikasi ini akurat?
Akurasi jadwal salat sangat bergantung pada lokasi, metode perhitungan, zona waktu, serta pengaturan lintang dan bujur yang digunakan aplikasi. Sebaiknya izinkan akses lokasi dan periksa kembali kota yang terdeteksi secara manual. Untuk hasil yang lebih sesuai dengan wilayah Anda, bandingkan jadwalnya dengan jadwal masjid atau lembaga keagamaan setempat, terutama saat berada di daerah dengan perbedaan waktu matahari yang cukup besar.
Apakah aplikasi ini memerlukan koneksi internet dan akses lokasi?
Sebagian fungsi mungkin dapat digunakan tanpa koneksi internet setelah data tertentu tersimpan, tetapi internet biasanya diperlukan untuk memperbarui lokasi, memuat konten, atau menampilkan informasi terbaru. Akses lokasi membantu aplikasi menentukan jadwal salat berdasarkan posisi Anda. Jika tidak ingin memberikan lokasi otomatis, Anda dapat mencoba memasukkan kota secara manual, meskipun hasilnya mungkin kurang tepat ketika sedang bepergian.
Bagaimana cara memastikan arah kiblat yang ditampilkan benar?
Penunjuk kiblat menggunakan sensor kompas pada ponsel, sehingga hasilnya dapat dipengaruhi medan magnet, casing tertentu, atau gangguan benda logam di sekitar perangkat. Sebelum menggunakannya, lakukan kalibrasi kompas dengan menggerakkan ponsel sesuai petunjuk aplikasi dan berdirilah di tempat terbuka. Gunakan arah kiblat sebagai panduan, lalu cocokkan dengan tanda kiblat di masjid jika tersedia.
Apakah Azan Quran - Prayer Qibla Time gratis dan apakah ada iklan atau pembelian dalam aplikasi?
Aplikasi ini dapat diunduh tanpa biaya, tetapi ketersediaan fitur gratis, iklan, dan pembelian dalam aplikasi bergantung pada versi serta kebijakan pengembang di Android atau iOS. Sebelum memasang, periksa halaman toko aplikasi untuk melihat daftar harga, izin yang diminta, serta informasi langganan. Pengguna juga sebaiknya membaca ketentuan pembayaran agar tidak mengaktifkan layanan berbayar secara tidak sengaja.
Azan Quran - Prayer Qibla Time
Situs ini menyediakan informasi independen tentang aplikasi pihak ketiga dan tidak berafiliasi dengan, atau dimiliki, dikembangkan, maupun didistribusikan oleh, pemilik atau pengembang aplikasi apa pun yang ditampilkan di sini. Nama aplikasi, logo, dan merek dagang adalah milik masing-masing pemiliknya. Detail developer disediakan sebagai referensi; silakan hubungi developer secara langsung melalui hung.tk67899@gmail.com, kunjungi https://holyquranr332y.netlify.app/, atau baca https://holyquranr332y.netlify.app/policy mereka.













